MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai sektor seni dan kebudayaan di daerah belum digarap secara optimal. Minimnya dukungan anggaran serta belum jelasnya pola pengelolaan menjadi faktor yang dinilai menghambat perkembangan potensi budaya lokal.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menyebutkan bahwa Samarinda memiliki kekayaan budaya yang besar dan berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola secara serius.
“Potensinya besar. Kalau dikelola dengan baik, sektor budaya bisa memberi kontribusi ekonomi bagi daerah,” terangnya, Senin (4/5/2026).
Ia mencontohkan kelompok paduan suara Borneo Cantata yang telah lama berprestasi dan membawa nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. Namun, menurutnya, dukungan terhadap komunitas tersebut masih terbatas.
“Mereka selama ini banyak menggunakan dana pribadi. Kalau mengandalkan anggaran pemerintah, prosesnya tidak sederhana,” katanya.
Celni pun mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, untuk lebih aktif mengembangkan sektor ini.
Menurutnya, penguatan budaya tidak hanya penting untuk pelestarian, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang berdampak pada ekonomi daerah.
Ia juga menyinggung daerah lain seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur yang dinilai lebih serius dalam memberikan dukungan anggaran untuk sektor budaya.
“Di daerah tersebut, alokasi anggaran untuk budaya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Ini tentu jadi bahan evaluasi bagi Samarinda,” ujarnya.
Selain itu, ia turut menyoroti pengelolaan aset budaya yang belum maksimal, salah satunya Museum Samarinda yang dinilai kurang terawat meski pernah mencatat jumlah kunjungan cukup tinggi.
“Fasilitas sudah ada, tapi perawatannya kurang. Padahal kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pendapatan juga,” tandasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan