MORFEM.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan videotron milik pemerintah dengan membuka ruang untuk iklan komersial. Langkah ini dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai saat ini fungsi videotron masih belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah karena lebih banyak digunakan untuk konten internal pemerintah.
“Selama ini lebih sering menampilkan konten pejabat. Padahal kalau dimanfaatkan untuk iklan, bisa menjadi sumber pemasukan,” ujarnya di Kantor DPRD Samarinda, Senin (4/5/2026).
Ia menilai, di tengah keterbatasan anggaran tahun 2026, pemerintah perlu mencari alternatif pendapatan dari aset yang sudah tersedia, termasuk videotron yang dibangun dengan nilai investasi besar.
Menurutnya, selain biaya pembangunan yang mencapai miliaran rupiah, pengoperasian videotron juga membutuhkan biaya rutin yang tidak kecil, terutama untuk konsumsi listrik.
“Biaya pengadaan besar, operasionalnya juga tinggi. Jadi harus bisa memberikan manfaat ekonomi,” katanya.
Iswandi juga menyoroti efektivitas penggunaan videotron di lapangan yang dinilai belum konsisten. Ia menyebut masih ada unit yang tidak beroperasi secara optimal.
“Kadang aktif, kadang tidak. Ini perlu jadi perhatian,” ungkapnya.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota melakukan inventarisasi seluruh videotron yang dimiliki oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekaligus menyusun pola pengelolaan yang lebih produktif, salah satunya melalui sistem penyewaan.
“Semua aset harus didata dan dimaksimalkan pemanfaatannya. Kalau disewakan, tentu bisa menambah PAD,” tukasnya. (RD/Adv)







Tinggalkan Balasan