WASHINGTON D.C – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa seorang penembak telah ditangkap menyusul insiden yang terjadi dalam Gala Makan Malam Koresponden Gedung Putih di Washington DC, Sabtu (25/4/2026) malam.
Melansir Liputan6.com, melalui akun media sosialnya di Truth Social, Trump menyatakan bahwa aparat keamanan bertindak cepat dalam menangani situasi tersebut.
“Secret Service dan penegak hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani,” tulisnya, dikutip dari ABC News, Minggu (26/4/2026).
Trump, bersama istrinya dan sejumlah pejabat lainnya, sempat dievakuasi dari lokasi acara saat insiden berlangsung. Hingga kini, United States Secret Service menyatakan kondisi pihak-pihak yang terlibat masih belum diketahui, sementara aparat terus melakukan penilaian situasi di lapangan.
Sementara itu, rangkaian insiden keamanan juga terjadi di negara bagian Victoria, Australia. Perdana Menteri Victoria menyatakan kepercayaan penuh kepada Kepala Komisaris Polisi setelah terjadinya pembakaran dan penembakan yang menargetkan sejumlah tempat hiburan di Melbourne.
Sebuah bar di kawasan Chapel Street, Prahran, dilaporkan dibakar pada dini hari. Beberapa jam sebelumnya, tembakan dilepaskan ke Hotel Emerson di Commercial Road, South Yarra.
Hingga saat ini, belum ada penangkapan terkait kedua insiden tersebut. Peristiwa ini menambah daftar serangan serupa yang menyasar tempat berlisensi dalam beberapa pekan terakhir.
Di lokasi terpisah, aparat kepolisian juga tengah menyelidiki insiden kekerasan di sebuah rumah sakit di wilayah timur Sydney. Seorang pria berusia 51 tahun diduga menyerang sejumlah tenaga medis dan petugas keamanan di Randwick Hospital.
Polisi menyebutkan, pelaku diduga melukai seorang perawat hingga mengalami cedera serius pada bagian kaki, sebelum menyerang dua perawat lain serta seorang petugas keamanan.
Ia juga diduga menyerang seorang perempuan yang mencoba melindungi pasien lain menggunakan tempat sampah.
Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan menggunakan alat kejut listrik (taser), kemudian ditangkap dan dipindahkan ke fasilitas pengamanan di dalam rumah sakit.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap dari seluruh rangkaian insiden tersebut. (RD)







Tinggalkan Balasan