MORFEM.ID, SAMARINDA – Upaya mempercepat penyelesaian aset bermasalah terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Salah satunya melalui program “Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026” yang digelar secara nasional dengan target perolehan cash-in recovery sebesar Rp 500 miliar di tingkat nasional.
Langkah kolaboratif tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), serta Direktorat Jenderal Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Program tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026. Pembukaan kegiatan dilaksanakan serentak pada Selasa (6/10/2026) melalui 18 Kantor Regional BRI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk wilayah Kalimantan, seremoni pembukaan dipusatkan di Regional Office BRI Banjarmasin. Kegiatan tersebut juga melibatkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat secara daring melalui Zoom.
Di Kalimantan Timur, agenda pembukaan berlangsung di De Cafe, Jalan Yos Sudarso, Samarinda. Sejumlah perwakilan instansi pemerintah dan jajaran BRI turut menghadiri kegiatan tersebut.
Di antara deretan pejabat dan perwakilan instansi yang hadir meliputi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Kaltimtara Sugeng Apriyanto, Sekretaris Kanwil DJKN Kaltimtara Banu Miftagurrahman Danu, Kepala Bidang Lelang Rohaniah, Kepala Seksi Bimbingan Lelang Prasodjo Mulyo, Pelaksana Bidang Lelang Setiawan serta Kepala Kantor BPN Samarinda Ceto Subagyo.
Kemudian, hadir pula Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Samarinda Adi Suranto, jajaran pendamping CSR Deri dan Annisa Fadlan, serta pendamping CA Erwin dan Nova Elisa Astuti.
Sementara dari BRI hadir Area Head Samarinda Ami Kurniawan, Area Head Balikpapan Eko Hary Wijayanto, Area Collection Head Balikpapan Erwin Sapari, serta sejumlah Branch Office Head BRI dari wilayah Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong.
Mengangkat tema “Reigniting Recovery Momentum”, program ini diarahkan untuk memperkuat proses pemulihan aset melalui optimalisasi lelang. BRI juga berupaya memperluas jangkauan informasi kepada calon pembeli dan investor agar semakin banyak aset yang terserap pasar.
Area Head BRI Samarinda, Ami Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi perseroan dalam mengejar target pemulihan pada 2026.
“Program ini dilaksanakan guna mendukung pencapaian target Retail Collection & Recovery Group (RCG) BRI Tahun 2026 melalui efektivitas likuidasi aset dan optimalisasi pemulihan kas,” ujar Ami.
Bidik 5.000 Pelaksanaan Lelang
Dalam pelaksanaannya, BRI membidik setidaknya 5.000 frekuensi lelang sepanjang periode Oktober hingga November 2026. Untuk mencapai target tersebut, BRI menjalin sinergi erat lintas lembaga.
Pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah melibatkan Manajemen Regional BRI, Tim Collection & Recovery, Kanwil DJKN, serta Kanwil BPN setempat secara tatap muka (offline).
Sementara itu, hubungan koordinasi dengan KPKNL, kantor BPN kabupaten/kota, serta unit kerja operasional BRI dihubungkan melalui jaringan online/hybrid.
Sinergi tripartit antara BRI, DJKN, dan Kementerian ATR/BPN ini diharapkan dapat mempercepat proses penetapan jadwal lelang, penyelesaian legalitas aset, hingga eksekusi lelang di lapangan.
Aktivasi Jalur Lelang dan Investor
Selain mengejar target finansial, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 juga difokuskan untuk mengaktifkan kembali seluruh jalur (pipeline) lelang aset perseroan serta mengoptimalkan partisipasi pembeli potensial, termasuk melalui jaringan REPRO Buyer dan fasilitas pembiayaan KPR Solusi dengan suku bunga yang menarik.
Pelaksanaan lelang secara serentak dan terkoordinasi ini menjadi wujud transparansi dan profesionalisme BRI dalam pengelolaan serta penyelesaian aset kredit.
Melalui program tersebut, BRI berupaya memastikan bahwa setiap aset lelang mendapatkan paparan pasar (market exposure) yang optimal sehingga proses pemulihan aset dapat berjalan lebih cepat dan efisien. (RD)






Tinggalkan Balasan