MORFEM.ID, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) melantik 104 pengurus pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul periode 2026-2031 di GOR 27 September Unmul, Samarinda, Rabu (23/9/2026).
Pelantikan dilakukan Rektor Unmul Prof. Abdunnur dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, unsur Forkopimda, jajaran pimpinan Unmul, ketua IKA dari sejumlah fakultas, serta para alumni.
Kepengurusan IKA Unmul periode 2026-2031 dipimpin Agus Suwandy sebagai ketua umum pengurus pusat. Rusman Ya’qub dipercaya sebagai ketua harian, Wahyudi Manaff sebagai sekretaris jenderal, dan Siswati Andaswari sebagai bendahara umum.
Sementara posisi wakil bendahara umum dijabat Ferry Kurniawan.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai pergantian kepengurusan IKA Unmul setelah periode sebelumnya dipimpin Isran Noor untuk masa bakti 2021-2026.
Ketua IKA Unmul Agus Suwandy mengatakan kepengurusan baru akan diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara IKA Unmul dengan ikatan alumni di tingkat fakultas.
Menurut Agus, setiap bidang dalam kepengurusan diminta menyiapkan setidaknya satu program kerja yang dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi Unmul.
“Kami berharap IKA Unmul bisa memberikan manfaat untuk universitas. Kerja-kerja yang dilakukan harus konstruktif dan bisa dikolaborasikan dengan universitas,” kata Agus saat di konfirmasi Morfem.id.
Ia mengatakan program kerja tersebut tidak harus berskala besar. Hal terpenting, kata dia, program dapat dijalankan secara berkelanjutan dan membangun hubungan yang harmonis antara IKA Unmul dan IKA fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menanggapi arahan Wakil Gubernur Kaltim terkait upaya memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) Kaltim di tingkat pemerintah pusat.
Ia menyebut IKA Unmul memiliki alumni dari berbagai latar belakang yang dapat berkontribusi melalui gagasan dan pemikiran bagi pemerintah daerah.
“Kami tentu berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Kaltim bisa lebih besar, mengingat Kaltim merupakan salah satu daerah penyumbang DBH yang besar,” ujarnya.
Agus juga menyambut peluang kolaborasi dengan pemerintah dan kementerian, termasuk program Kementerian Pertanian yang berkaitan dengan pengembangan lahan pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi peluang kolaborasi antara IKA Unmul, IKA Fakultas Pertanian, dan pemerintah.
“Kalau ada program yang ditawarkan Kementerian Pertanian, tentu harus kita sambut. Apalagi ada peluang membuka lahan pertanian di daerah IKN. Ini juga bisa menjadi lapangan pekerjaan, terlebih dukungan anggarannya berasal dari kementerian,” terangnya.
Selain itu, Agus menyatakan IKA Unmul siap mendukung rencana Unmul menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) yang ditargetkan pada 2028.
Ia menilai persiapan menuju PTN BH perlu dilakukan secara bersama-sama dengan memperbaiki berbagai aspek yang menjadi persyaratan.
“Kita harus menyongsong dan menjemput arah menuju PTN BH. Tidak bisa hanya menunggu. Semua aspek harus diperbaiki agar tujuan tersebut bisa tercapai,” pungkasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan