MORFEM.ID, SAMARINDA – Kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai membawa tantangan baru bagi generasi muda, terutama dalam menjaga kemampuan berpikir kritis dan membangun karakter.
Hal itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily saat memberikan kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa (22/9/2026).
Tubagus menyampaikan hal tersebut di hadapan sekitar 2.000 mahasiswa dan sivitas akademika yang hadir di GOR 27 September Unmul dalam agenda Lemhannas Goes to Campus.
Menurutnya, perkembangan AI merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang akan terus berkembang. Karena itu, mahasiswa perlu mampu memanfaatkan teknologi tanpa menjadikannya sebagai satu-satunya sumber dalam memperoleh dan memahami pengetahuan.
Ia menilai penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat generasi muda terbiasa memperoleh informasi secara cepat tanpa melalui proses analisis yang mendalam.
“Jangan sampai kecerdasan buatan membuat anak-anak muda kita terbiasa berpikir secara instan. Mereka tetap harus mempunyai kemampuan menganalisis secara mendalam setiap pengetahuan yang diperoleh,” kata Tubagus.
Selain kemampuan akademik, Tubagus menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurut dia, kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan proses manusia dalam membangun kepemimpinan, empati, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta rasa cinta terhadap bangsa.
“Karakter tidak bisa dibentuk melalui artificial intelligence. Kepemimpinan, empati, kepedulian, kedisiplinan dan berbagai kebiasaan baik harus dibangun melalui proses pendidikan dan pembiasaan,” tukasnya. (RD)







Tinggalkan Balasan