MORFEM.ID, SAMARINDA – Program Gratispol Pendidikan Tinggi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Apresiasi tersebut disampaikan karena Pemprov Kaltim tetap mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun untuk program pendidikan tinggi, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Brian mengatakan, kebijakan tersebut menunjukkan perhatian Pemprov Kaltim terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini satu contoh langkah nyata Pak Gubernur, di mana pendidikan menjadi program utama. Pak Gubernur sangat menyadari bahwa sumber daya manusia adalah fondasi untuk kemajuan suatu daerah,” kata Brian saat konferensi pers seusai Sarasehan Mitra Beasiswa.
Menurutnya, kebijakan Kaltim dalam memberikan dukungan pendidikan tinggi dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Apresiasi kepada Pemprov Kaltim yang telah mengalokasikan dukungan untuk beasiswa pendidikan tinggi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Kaltim bisa jadi contoh daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie juga memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia mengatakan sejumlah daerah lain telah memberikan dukungan pendidikan, meski belum memiliki kemampuan anggaran seperti Kaltim.
“Daerah lain juga memberikan, mungkin belum bisa gaspol seperti Kaltim. Tapi pelan-pelan menuju seperti Kaltim. Kaltim ini juara yang luar biasa, teladan yang kita inginkan,” kata Stella.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan anggaran Gratispol Pendidikan Tinggi tahun ini mencapai Rp1,3 triliun.
Program tersebut sebelumnya juga telah menyerap anggaran ratusan miliar rupiah. Pada semester ganjil tahun lalu, anggaran yang direalisasikan mencapai Rp128,1 miliar untuk 23.865 mahasiswa.
Sedangkan pada semester genap tahun akademik 2025/2026, realisasi anggaran mencapai Rp316,3 miliar dan diberikan kepada 67.909 mahasiswa.
Rudy mengatakan program pendidikan tersebut merupakan investasi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kaltim.
“Yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan itu pendidikan. Kita tidak boleh hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia. Maka, Gratispol Pendidikan Tinggi ini adalah investasi strategis masa depan Kaltim,” kata Rudy.
Di sisi lain, Kemendiktisaintek menyiapkan portal SatuBeasiswa Indonesia yang akan menghimpun informasi berbagai program beasiswa dalam satu platform.
Portal tersebut nantinya mempertemukan masyarakat yang mencari beasiswa dengan pihak yang menyediakan program beasiswa.
Kemendiktisaintek menyebut peluang mendapatkan beasiswa sebenarnya cukup luas. Sumber pendanaan dapat berasal dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, perusahaan, lembaga filantropi, hingga negara sahabat.
Pada 2026, pendanaan beasiswa dari pemerintah tercatat sekitar Rp16,37 triliun, sedangkan pendanaan dari pihak swasta mencapai Rp1,51 triliun. Total penerima beasiswa mencapai 853.469 mahasiswa. (RD)







Tinggalkan Balasan