MORFEM.ID, SAMARINDA – Nama Hadi Mulyadi mulai disebut dalam bursa calon Wali Kota Samarinda untuk Pilkada 2031. Menanggapi isu tersebut, mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 itu mengaku belum memiliki rencana untuk maju dalam kontestasi tersebut.
Hadi mengatakan, dalam demokrasi setiap orang memiliki hak untuk mencalonkan diri. Namun, hingga saat ini dirinya belum menentukan langkah politik untuk Pilkada Samarinda 2031.
“Dalam dunia demokrasi, siapa pun berhak mencalonkan. Tetapi kalau saya, belum ada rencana ke situ,” ujar Hadi Mulyadi saat di konfirmasi Morfem.id belum lama ini.
Meski demikian, Hadi tidak menutup peluang untuk bekerja sama dengan pihak mana pun. Menurutnya, kerja sama politik harus didasari niat baik dan program yang bertujuan membangun daerah.
Ia juga menilai kolaborasi antarpartai menjadi hal penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh partai politik perlu terus dibangun.
“Kalau ada yang ingin bekerja sama untuk kebaikan, tentu kami siap. Kita harus membuka peluang, membangun hubungan dan silaturahmi dengan seluruh partai,” katanya.
Hadi menegaskan, dirinya belum memiliki kesepakatan atau deal politik dengan pihak mana pun. Namun, ia menyatakan akan mendukung pihak yang memiliki niat baik dan program yang dinilai mampu membawa kemajuan bagi Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.
“Saya belum ada deal dengan siapa-siapa. Tetapi kalau ada yang ingin bekerja sama dan punya niat baik serta program yang baik, kenapa tidak didukung,” terangnya.
Saat ditanya apakah pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa dirinya siap menjadi bakal calon, baik sebagai Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Samarinda, Hadi kembali menegaskan bahwa semuanya masih bergantung pada dinamika dan bentuk kolaborasi politik yang terbangun.
Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya terbatas pada posisi tertentu. Pembahasan mengenai kemungkinan maju sebagai Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota, maupun dalam kontestasi politik tingkat provinsi masih terlalu dini untuk dipastikan.
Hadi memilih membuka komunikasi dengan berbagai pihak terlebih dahulu sebelum menentukan sikap politiknya. (RD)






Tinggalkan Balasan