MORFEM.ID, SAMARINDA – Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengembangkan inovasi sabun kertas berbahan ekstrak daun karamunting melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).
Inovasi tersebut diberi nama Kara Bubbles yakni sabun kertas antibakteri yang dikemas dalam bentuk gantungan kunci sehingga praktis dibawa dan digunakan saat bepergian.
Tim Kara Bubbles terdiri dari Alya Novi Safitri, Sarah Aulia Jannah Tarmiji, Kaysaa Alimah Wahab, Kartika Persada Cahyaning Sekar, dan Amelina Sayyidina Azzahra.
Perwakilan Tim, Kaysaa Alimah Wahab, menjelaskan bahwa ide pembuatan Kara Bubbles berangkat dari pemanfaatan tanaman karamunting yang banyak ditemukan di wilayah Kalimantan.
Daun karamunting atau Rhodomyrtus tomentosa diketahui mengandung sejumlah senyawa alami, seperti flavonoid, saponin, fenol, dan tanin yang berpotensi mendukung aktivitas antibakteri.
Potensi tersebut kemudian dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan produk kebersihan yang praktis dan mudah dibawa.
“Daun karamunting kami manfaatkan sebagai bahan ekstrak dalam formulasi sabun kertas. Produk ini dibuat agar masyarakat lebih mudah membawa sabun dan tetap menjaga kebersihan tangan saat berada di luar rumah,” ujar Kaysaa.
Proses pembuatan diawali dengan mengolah daun karamunting hingga menghasilkan ekstrak. Ekstrak tersebut kemudian dicampurkan dengan sejumlah bahan lain untuk membentuk sediaan sabun.
Sediaan yang telah dibuat selanjutnya diaplikasikan pada lembaran kertas yang sebelumnya telah dicetak. Lembaran tersebut kemudian dikeringkan hingga menghasilkan sabun kertas yang siap digunakan.
Menurut Kaysaa, sabun kertas memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sabun cair. Bentuknya yang tipis dan ringan membuat produk lebih mudah disimpan di dalam tas.
Selain itu, sabun kertas tidak memiliki risiko tumpah atau bocor seperti sabun cair. Produk juga dirancang untuk penggunaan sekali pakai sehingga lebih praktis dan higienis.
Tak hanya itu, keunikan lain Kara Bubbles terletak pada kemasannya. Sabun kertas tersebut dibuat dalam bentuk gantungan kunci sehingga dapat dikaitkan pada tas dan mudah dibawa ke berbagai tempat.
Saat ini, pengembangan Kara Bubbles masih terus dilakukan, mulai dari tahapan pengujian kualitas produk hingga proses pemasaran dan penjualan.
“Melalui inovasi tersebut, kami berharap Kara Bubbles dapat berkembang menjadi produk berbasis potensi lokal Kaltim yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Terakhir kata Kaysaa, inovasi ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengolah tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. (RD)







Tinggalkan Balasan